Kamis, 14 Agustus 2014

Saat-Saat di Widya Informatika

Hey Guys....

yuuuukkkkk...kita bebagi cerita di masa menjadi mahasiswa widya informatika selama setahun ini...

guys...
yang namanya kita setiap hari belajar dikampus tersebut pasti ada tersirat kesan dan pesan selama belajar diwidya..
huuuuuufff...bicara tentang kesan selama setahun bersama teman..dosen ..mata pelajaran kita pasti banyak dan makin tidak tercerita semua nya...so,lebih baik ambil yang paling terkesan...


Tak terasa hampir setahun di widya berbagai macam hal-hal yang tak bisa terlupakan.tinggal beberapa bulan,kami semua berpisah.rasa kehilangan pasti terasa karena kehilangan canda-canda bersama teman,dosen...huuuuufffff detik perpisahan hampir tibaaaaa.........
uya ada cerita nii sangat menarikk sampai-sampai membuat jantung hampir mau copot:))..kemaren saya dan desi teman dekat saya.kami berdua terlambat 15 menit kewidya karena honda kehabisan minyak dijalan dan terpaksa mencari minyak terlebih dahulu.dijalanpun kami ngebut bawa honda untuk mengejar waktu...heeemmmm akhirnya apa yang kami berdua takutkan terjadi juga.kami dan teman lainnya yang telat dimarah,diomelin.alasan yang kami berikan tidak terima sama bapak B.setelah itu kami dikasi kesempatan untuk masuk.
Alhamdulililah......dapat bernapas dengan lega.ehhh ternyata,terakhir pak B cuma memberi 1 x kesempatan lagi jika kami telat lagi malah mau diskorrrrrr...huffff...huuuufff... menyerikan:)))

pesan untuk widya informatika mungkin untuk adek-adik yang akan mendaftar diwidya kakak berharap gunakanlah waktu yang singkat ini untuk belajar dan inisiatif sendiri... jadilah anak yang kreatif...
kalau masalah mata pelajaran dari semester I hingga II semua uya sukai dan rasa nya menyenangkan namun ada yang kurang disenangi pad mara pelajaran ilustrator karena pelajaran nya asyik berulang terus hingga ke pertemuan selanjutnyaa sampai benar-benar bisa semua....agak membosankan...

Semoga

Kamis, 07 Agustus 2014

Izinkan Aku Menciummu Ibu


ibu
      
      Sewaktu masih kecil, aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya. Ia selalu menyuruhku mengerjakan tugas-tugas seperti menyapu lantai dan mengepelnya setiap pagi dan sore. Setiap hari, aku ‘dipaksa’ membantunya memasak di pagi buta sebelum ayah dan adik-adikku bangun.
Bahkan sepulang sekolah, ia tak mengizinkanku bermain sebelum semua pekerjaan rumah dibereskan. Sehabis makan, aku pun harus mencucinya sendiri juga piring bekas masak dan makan yang lain. Tidak jarang aku merasa kesal dengan semua beban yang diberikannya hingga setiap kali mengerjakannya aku selalu bersungut-sungut.
            Kini, setelah dewasa aku mengerti kenapa dulu engkau melakukan itu semua. Karena aku juga akan menjadi seorang istri dari suamiku, ibu dari anak-anakku yang tidak akan pernah lepas dari semua pekerjaan masa kecilku dulu. Terima kasih ibu, karena engkau aku menjadi istri yang baik dari suamiku dan ibu yang dibanggakan oleh anak-anakku.
           Saat pertama kali aku masuk sekolah di Taman Kanak-Kanak, ia yang mengantarku hingga masuk ke dalam kelas. Dengan sabar pula ia menunggu. Sesekali kulihat dari jendela kelas, ia masih duduk di seberang sana. Aku tak peduli dengan setumpuk pekerjaannya di rumah, dengan rasa kantuk yang menderanya, atau terik, atau hujan. Juga rasa jenuh dan bosannya menunggu. Yang penting aku senang ia menungguiku sampai bel berbunyi.
           Kini, setelah aku besar, aku malah sering meninggalkannya, bermain bersama teman-teman, bepergian. Tak pernah aku menungguinya ketika ia sakit, ketika ia membutuhkan pertolonganku disaat tubuhnya melemah. Saat aku menjadi orang dewasa, aku meninggalkannya karena tuntutan rumah tangga.
Di usiaku yang menanjak remaja, aku sering merasa malu berjalan bersamanya. Pakaian dan dandanannya yang kuanggap kuno jelas tak serasi dengan penampilanku yang trendi. Bahkan seringkali aku sengaja mendahuluinya berjalan satu-dua meter didepannya agar orang tak menyangka aku sedang bersamanya.
Padahal menurut cerita orang, sejak aku kecil ibu memang tak pernah memikirkan penampilannya, ia tak pernah membeli pakaian baru, apalagi perhiasan. Ia sisihkan semua untuk membelikanku pakaian yang bagus-bagus agar aku terlihat cantik, ia pakaikan juga perhiasan di tubuhku dari sisa uang belanja bulanannya.
Padahal juga aku tahu, ia yang dengan penuh kesabaran, kelembutan dan kasih sayang mengajariku berjalan. Ia mengangkat tubuhku ketika aku terjatuh, membasuh luka di kaki dan mendekapku erat-erat saat aku menangis.
        Selepas SMA, ketika aku mulai memasuki dunia baruku di perguruan tinggi. Aku semakin merasa jauh berbeda dengannya. Aku yang pintar, cerdas dan berwawasan seringkali menganggap ibu sebagai orang bodoh, tak berwawasan hingga tak mengerti apa-apa. Hingga kemudian komunikasi yang berlangsung antara aku dengannya hanya sebatas permintaan uang kuliah dan segala tuntutan keperluan kampus lainnya.
Usai wisuda sarjana, baru aku mengerti, ibu yang kuanggap bodoh, tak berwawasan dan tak mengerti apa-apa itu telah melahirkan anak cerdas yang mampu meraih gelar sarjananya. Meski Ibu bukan orang berpendidikan, tapi do’a di setiap sujudnya, pengorbanan dan cintanya jauh melebihi apa yang sudah kuraih. Tanpamu Ibu, aku tak akan pernah menjadi aku yang sekarang.
Pada hari pernikahanku, ia menggandengku menuju pelaminan. Ia tunjukkan bagaimana meneguhkan hati, memantapkan langkah menuju dunia baru itu. Sesaat kupandang senyumnya begitu menyejukkan, jauh lebih indah dari keindahan senyum suamiku. Usai akad nikah, ia langsung menciumku saat aku bersimpuh di kakinya. Saat itulah aku menyadari, ia juga yang pertama kali memberikan kecupan hangatnya ketika aku terlahir ke dunia ini.
       Kini setelah aku sibuk dengan urusan rumah tanggaku, aku tak pernah lagi menjenguknya atau menanyai kabarnya. Aku sangat ingin menjadi istri yang shaleh dan taat kepada suamiku hingga tak jarang aku membunuh kerinduanku pada Ibu.
Sungguh, kini setelah aku mempunyai anak, aku baru tahu bahwa segala kiriman uangku setiap bulan untuknya tak lebih berarti dibanding kehadiranku untukmu. Aku akan datang dan menciummu Ibu, meski tak sehangat cinta dan kasihmu kepadaku.
"Ya Allah ampunilah aku dan kedua Orangtuaku, dan sayangilah mereka sebagaimana meeka menyayangi aku sewaktu aku masih anak anak"......

Kamis, 17 Juli 2014

tips-tips menjaga kesabaran di bulan ramadhan

tips-tips menjaga kesabaran di bulan ramadan :

1.bersabar dengan niat untuk ibadah, perbuatan yang dilakukan tanpa di dasari niat ibadah akan menyebabkan efek tidak menyenangkan.

2.jangan memperturutkan hawa nafsu untuk melakukan perbuatan marah

3.berilah pemahaman kepada diri sendiri bahwa, setiap keberhasilan membutuhkan perjuangan, dan diantara perjuangannya adalah kesabaran. Dengan demikian jika kita mendapatkan masalah maka segala perbuatan akan dapat terselesaikan dengan penuh kesabaran.

4.katakan kepada diri sendiri, bahwa orang yang melakukan penganiayaan kepada anda adalah orang yang tidak mengerti. Sehingga pad saat kita teraniaya tentu kita akan bersabar seraya berdoa. “ya Allah ampunilah mereka, karena mereka melakukan semua ini karena kebodohan mereka”.

5.standar kebaikan seseorang berbeda. Mungkin dengan alat detektor point ini akan sangat jitu untuk berbuat sabar. Mungkin menurut mereka bebuat “ini” dan “itu” adalah sudah termasuk perbuatan baik padahal menurut kita hal itu belum termasuk kebaikan. Nah.. dengan cara ini kita tidak akan menjadi orang yang cepat melakukan perbuatan amarah.

Kamis, 10 Juli 2014

Sesuatu di widyaaaaaa.....

Tak terasa hampir setahun di widya berbagai macam hal-hal yang tak bisa terlupakan.tinggal beberapa bulan,kami semua berpisah.rasa kehilangan pasti terasa karena kehilangan canda-canda bersama teman,dosen...huuuuufffff detik perpisahan hampir tibaaaaa.........
uya ada cerita nii sangat menarikk sampai-sampai membuat jantung hampir mau copot:))..kemaren saya dan desi teman dekat saya.kami berdua terlambat 15 menit kewidya karena honda kehabisan minyak dijalan dan terpaksa mencari minyak terlebih dahulu.dijalanpun kami ngebut bawa honda untuk mengejar waktu...heeemmmm akhirnya apa yang kami berdua takutkan terjadi juga.kami dan teman lainnya yang telat dimarah,diomelin.alasan yang kami berikan tidak terima sama bapak B.setelah itu kami dikasi kesempatan untuk masuk.
Alhamdulililah......dapat bernapas dengan lega.ehhh ternyata,terakhir pak B cuma memberi 1 x kesempatan lagi jika kami telat lagi malah mau diskorrrrrr...huffff...huuuufff... menyerikan:)))